Jurnal Memorial: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Pencatatannya
May 05, 2026
Jangan abaikan transaksi non-kas! Pahami peran vital jurnal memorial dalam mencatat penyusutan aset, koreksi kesalahan, hingga retur barang agar laporan keuangan akhir periode Anda tetap akurat dan seimbang.
Dalam sistem pembukuan yang terstruktur, sebuah perusahaan umumnya menggunakan beberapa jenis jurnal khusus untuk merekam kategori transaksi tertentu secara efisien: jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, dan jurnal pembelian. Namun tidak semua transaksi keuangan bisa dikategorikan ke dalam empat kotak tersebut. Ada sejumlah transaksi yang sifatnya non-rutin, tidak melibatkan pergerakan kas secara langsung, atau bahkan timbul bukan dari aktivitas eksternal melainkan dari keputusan internal manajemen—dan untuk transaksi-transaksi inilah jurnal memorial hadir sebagai wadahnya.
Memahami jurnal memorial secara mendalam adalah kewajiban bagi setiap profesional akuntansi, karena kesalahan atau kelalaian dalam pencatatan jenis transaksi ini berdampak langsung pada validitas laporan laba rugi dan neraca—dua laporan yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan.
.
.
1. Definisi dan Kedudukan Jurnal Memorial dalam Sistem Pembukuan
Jurnal memorial (general journal atau dalam beberapa literatur disebut memorial journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang bersifat khusus dan tidak berulang secara rutin, yang tidak dapat diakomodasi oleh jurnal-jurnal khusus yang telah ada. Ia adalah “pintu masuk terakhir” dalam sistem pencatatan—yang menampung semua transaksi yang tidak memiliki tempat lain.
Berbeda dari jurnal kas yang dipicu oleh pergerakan uang tunai atau jurnal penjualan yang dipicu oleh tagihan kepada pelanggan, transaksi dalam jurnal memorial umumnya dipicu oleh:
Keputusan internal manajemen (seperti kebijakan penyusutan aset)
Kejadian non-kas yang memerlukan penyesuaian (seperti akrual beban atau amortisasi)
Peristiwa luar biasa (seperti retur barang, penghapusan piutang tak tertagih)
Koreksi kesalahan atas entri yang telah dibuat sebelumnya
Ayat jurnal penutup dan penyesuaian di akhir periode akuntansi
.
Dasar Pencatatan Jurnal Memorial
Hal yang membedakan jurnal memorial dari jurnal lainnya adalah bukti pencatatannya. Jika jurnal kas menggunakan bukti fisik berupa kuitansi atau nota pembayaran, jurnal memorial menggunakan memo internal (internal memorandum) yang diterbitkan oleh pejabat berwenang dalam perusahaan—seperti manajer keuangan, direktur, atau kepala akuntansi.
Memo ini harus memuat minimal:
Tanggal penerbitan memo
Deskripsi transaksi yang diotorisasi
Akun-akun yang terpengaruh beserta jumlahnya
Nama dan tanda tangan pejabat yang mengotorisasi
Nomor referensi memo untuk keperluan penelusuran (audit trail)
Tanpa memo yang sah dan terotorisasi, tidak ada entri yang boleh dilakukan di jurnal memorial. Ini adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.
.
.
2. Fungsi dan Jenis Transaksi dalam Jurnal Memorial
A. Pencatatan Penyusutan Aset Tetap (Depreciation)
Penyusutan adalah alokasi sistematis dari biaya perolehan aset tetap sepanjang masa manfaatnya. Ia bukan transaksi kas—tidak ada uang yang berpindah tangan—namun secara akuntansi, penyusutan adalah beban nyata yang harus diakui setiap periode agar laporan laba rugi mencerminkan konsumsi manfaat ekonomi aset secara akurat.
Tanpa pencatatan penyusutan, aset tetap akan dilaporkan terlalu tinggi nilainya di neraca, sementara beban di laporan laba rugi akan terlalu rendah—menghasilkan laba yang tampak lebih besar dari yang sesungguhnya. Ini adalah distorsi yang bisa menyesatkan pengambilan keputusan dan, dalam konteks perpajakan, berpotensi menimbulkan sengketa dengan otoritas pajak.
Akun yang terlibat:
Beban Penyusutan (debit) → beban bertambah
Akumulasi Penyusutan (kredit) → akun kontra aset bertambah, nilai buku aset berkurang
.
B. Retur Penjualan Kredit (Sales Return)
Ketika pelanggan mengembalikan barang yang sebelumnya dibeli secara kredit, tidak ada pergerakan kas yang terjadi—tagihan kepada pelanggan yang berkurang, bukan kas yang masuk. Transaksi ini tidak dapat dicatat di jurnal penerimaan kas (karena tidak ada kas) maupun di jurnal penjualan (karena ini membalikkan penjualan).
Jurnal memorial adalah tempat yang tepat untuk transaksi ini. Retur penjualan kredit memengaruhi:
Retur dan Potongan Penjualan (debit) → mengurangi pendapatan penjualan bersih
Piutang Usaha (kredit) → tagihan kepada pelanggan berkurang
.
C. Koreksi Kesalahan Penjurnalan
Kesalahan dalam pencatatan akuntansi adalah hal yang manusiawi, namun penanganannya harus sistematis dan terdokumentasi. Setiap koreksi harus dilakukan melalui jurnal memorial—bukan dengan menghapus atau merevisi entri asli. Prinsip ini penting untuk menjaga integritas audit trail dan memastikan bahwa setiap perubahan dalam catatan akuntansi dapat ditelusuri.
Koreksi dapat berupa:
Membalikkan entri yang salah, kemudian membuat entri baru yang benar
Mencatat entri penyesuaian untuk memperbaiki nilai yang salah
.
D. Jurnal Penyesuaian dan Penutup
Seluruh ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) yang dibuat di akhir periode—seperti pengakuan beban yang masih harus dibayar, pendapatan yang masih harus diterima, atau amortisasi biaya dibayar dimuka—dicatat melalui jurnal memorial. Demikian pula dengan jurnal penutup (closing entries) yang memindahkan saldo akun-akun nominal ke akun laba ditahan.
.
.
3. Simulasi 1: Pencatatan Penyusutan Mesin
Latar belakang:
PT Karya Teknik memiliki satu unit mesin produksi yang dibeli pada 1 Januari 2023 seharga Rp 120.000.000 dengan taksiran masa manfaat 5 tahun dan nilai sisa Rp 20.000.000. Perusahaan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).
Perhitungan penyusutan per tahun:
Penyusutan = (Harga Perolehan − Nilai Sisa) ÷ Masa Manfaat
Penyusutan = (Rp 120.000.000 − Rp 20.000.000) ÷ 5
Penyusutan = Rp 20.000.000 per tahun
Atau Rp 1.666.667 per bulan jika dihitung bulanan.
.
Dasar pencatatan: Memo Internal No. JM-2024-031 tertanggal 31 Desember 2024, ditandatangani oleh Kepala Akuntansi.
.
Tabel Jurnal Memorial — Penyusutan Mesin
Tanggal | Keterangan | Ref | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
31 Des 2024 | Beban Penyusutan — Mesin Produksi | JM-031 | 20.000.000 | |
Akumulasi Penyusutan — Mesin Produksi | JM-031 | 20.000.000 | ||
Memo No. JM-2024-031: Pencatatan penyusutan mesin produksi tahun 2024, metode garis lurus |
Cek keseimbangan: Debit Rp 20.000.000 = Kredit Rp 20.000.000 ✓
.
Dampak terhadap Laporan Keuangan
Di Laporan Laba Rugi:
Beban Penyusutan Rp 20.000.000 diakui sebagai beban operasional, sehingga laba bersih berkurang sebesar nilai tersebut—mencerminkan konsumsi manfaat ekonomi mesin selama satu tahun.
.
Di Neraca:
Aset tetap disajikan dengan nilai buku bersih:
Pos | Nilai (Rp) |
Mesin Produksi — Harga Perolehan | 120.000.000 |
Akumulasi Penyusutan (tahun ke-2) | (40.000.000) |
Nilai Buku Bersih | 80.000.000 |
.
.
4. Simulasi 2: Retur Penjualan Kredit
Latar belakang:
Pada 15 Januari 2025, PT Karya Teknik menerima retur barang dari pelanggan PT Mitra Abadi atas penjualan kredit yang dilakukan pada 10 Januari 2025. Barang yang dikembalikan senilai Rp 4.500.000 karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipesan. Penjualan awal telah dicatat dalam jurnal penjualan. Nota kredit (credit note) No. NC-2025-015 telah diterbitkan.
.
Dasar pencatatan: Nota Kredit No. NC-2025-015 dan Memo Internal No. JM-2025-015 tertanggal 15 Januari 2025.
.
Tabel Jurnal Memorial — Retur Penjualan Kredit
Tanggal | Keterangan | Ref | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
15 Jan 2025 | Retur dan Potongan Penjualan | JM-015 | 4.500.000 | |
Piutang Usaha — PT Mitra Abadi | JM-015 | 4.500.000 | ||
Memo No. JM-2025-015: Retur penjualan kredit berdasarkan NC-2025-015, barang tidak sesuai spesifikasi |
Cek keseimbangan: Debit Rp 4.500.000 = Kredit Rp 4.500.000 ✓
.
Dampak terhadap Laporan Keuangan
Di Laporan Laba Rugi:
Akun Retur dan Potongan Penjualan berfungsi sebagai akun kontra pendapatan. Ia mengurangi penjualan kotor, sehingga penjualan bersih yang digunakan untuk menghitung laba kotor menjadi lebih kecil. Pencatatan yang terlambat atau tidak dicatat sama sekali akan mengakibatkan pendapatan yang overstated—diakui terlalu tinggi dari kenyataan.
.
Di Neraca:
Piutang Usaha kepada PT Mitra Abadi berkurang sebesar Rp 4.500.000, mencerminkan fakta bahwa tagihan telah dikurangi sesuai dengan nilai barang yang dikembalikan.
.
.
5. Simulasi 3: Koreksi Kesalahan Pencatatan
Latar belakang:
Pada 5 Februari 2025 ditemukan bahwa pembayaran beban iklan sebesar Rp 3.000.000 pada 28 Januari 2025 secara keliru dicatat sebagai Beban Perlengkapan, bukan Beban Iklan. Koreksi harus segera dilakukan.
.
Dasar pencatatan: Memo Internal No. JM-2025-020 tertanggal 5 Februari 2025 yang diterbitkan setelah dilakukan review oleh Manajer Keuangan.
.
Tabel Jurnal Memorial — Koreksi Kesalahan
Tanggal | Keterangan | Ref | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
5 Feb 2025 | Beban Iklan | JM-020 | 3.000.000 | |
Beban Perlengkapan | JM-020 | 3.000.000 | ||
Memo No. JM-2025-020: Koreksi kesalahan klasifikasi beban tanggal 28 Jan 2025. Seharusnya Beban Iklan, bukan Beban Perlengkapan |
Cek keseimbangan: Debit Rp 3.000.000 = Kredit Rp 3.000.000 ✓
.
.
6. Dampak Jurnal Memorial terhadap Validitas Laporan Keuangan
Jurnal memorial bukan sekadar catatan pelengkap—ia adalah komponen yang menentukan apakah laporan keuangan dapat dipercaya atau tidak. Berikut dampaknya secara spesifik:
.
Terhadap Laporan Laba Rugi:
Penyusutan yang tidak dicatat menyebabkan beban terlalu rendah dan laba terlalu tinggi (overstated profit). Retur penjualan yang tidak dicatat menyebabkan pendapatan terlalu tinggi. Koreksi yang tidak dilakukan mengakibatkan klasifikasi beban yang salah. Semua kondisi ini menghasilkan laporan laba rugi yang tidak mencerminkan kinerja sesungguhnya.
.
Terhadap Neraca:
Akumulasi penyusutan yang tidak diperbarui mengakibatkan nilai aset tetap bersih yang overstated. Piutang yang tidak dikurangi setelah retur mengakibatkan aset lancar yang overstated. Kedua kondisi ini menciptakan gambaran posisi keuangan yang lebih kuat dari kenyataannya—yang bisa menyesatkan kreditur dan investor.
.
Terhadap Audit:
Auditor akan memeriksa kelengkapan dan konsistensi antara jurnal memorial, memo pendukung, dan saldo akun yang terkait. Ketidaksesuaian antara ketiganya adalah temuan audit yang serius.
.
.
7. Tips Profesional dalam Pengelolaan Jurnal Memorial
Wajibkan Memo Tertulis Sebelum Setiap Entri
Tidak ada satupun entri jurnal memorial yang boleh dilakukan tanpa memo resmi yang telah diotorisasi. Jadikan ini sebagai kebijakan yang tidak bisa dikecualikan, bahkan untuk transaksi yang tampaknya rutin seperti penyusutan bulanan.
.
Gunakan Sistem Penomoran Memo yang Konsisten
Buat format nomor memo yang terstruktur—misalnya JM-YYYY-NNN—agar setiap entri dapat ditelusuri kembali ke dokumen sumbernya dengan cepat. Nomor ini juga diisikan di kolom Ref jurnal untuk memudahkan cross-reference.
.
Pisahkan Otorisasi dan Pencatatan
Pihak yang membuat memo otorisasi sebaiknya berbeda dari pihak yang melakukan pencatatan di jurnal. Pemisahan ini adalah bagian dari pengendalian internal yang mencegah manipulasi.
.
Review Jurnal Memorial Secara Berkala
Jadwalkan review bulanan atas seluruh entri jurnal memorial. Pastikan setiap entri didukung memo yang valid, jumlahnya tepat, dan berdampak pada akun yang benar. Jangan tunggu hingga akhir tahun untuk menemukan kesalahan yang sudah mengendap berbulan-bulan.
.
Dokumentasikan Perhitungan Pendukung
Untuk entri seperti penyusutan, lampirkan perhitungan detailnya bersama memo. Ini memudahkan verifikasi oleh auditor dan memastikan konsistensi antar periode.
.
.
Kesimpulan
Jurnal memorial mungkin tidak sepopuler jurnal kas dalam keseharian pembukuan, namun perannya dalam menjaga validitas laporan keuangan tidak bisa diremehkan. Ia adalah mekanisme pencatatan yang memastikan bahwa setiap beban yang timbul diakui tepat waktu, setiap koreksi dilakukan secara transparan, dan setiap transaksi non-kas yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan tidak terlewatkan.
Perusahaan yang mengabaikan jurnal memorial—atau mengelolanya tanpa standar yang ketat—akan menghasilkan laporan keuangan yang tampak lengkap secara formal namun cacat secara substansial. Dan laporan keuangan yang cacat, bagaimanapun juga, bukan hanya risiko reputasi—ia adalah fondasi yang rapuh untuk setiap keputusan bisnis yang dibangun di atasnya.
Artikel Terkait
Kendali Stok Akurat: Kelola Multi-Gudang Tanpa Selisih Bersama Bojeri
Punya banyak cabang toko atau gudang tapi stok sering selisih dan tertukar? Intip cara Bojeri bantu pantau dan transfer inventaris secara real-time.
Revaluasi Aset Tetap: Manfaat Finansial dan Aturannya
Perbarui nilai aset perusahaan Anda sesuai harga pasar terkini. Pahami keuntungan revaluasi aset tetap untuk meningkatkan rasio keuangan, daya tarik investasi, hingga dampaknya pada perpajakan.
Gen Z Masuk Kerja: Strategi HR Ngadepin Generasi Baru yang Pengennya Serba Cepat
Artikel ini membahas strategi HR dalam menghadapi generasi Z yang masuk ke dunia kerja, dengan fokus pada pemahaman harapan mereka dan cara membangun hubungan efektif untuk meningkatkan produktivitas dan lingkungan kerja yang positif.